ASI Sangat Bermanfaat Untuk Buah Hati , Mama Ini Cara Memperbanyak ASI

ASI Sangat Bermanfaat Untuk Buah Hati , Mama Ini Cara Memperbanyak ASI 

Anda merupakan salah satu dari sekian ibu yang tidak memproduksi ASI dalam jumlah cukup? Jangan terburu-buru untuk memberikan susu formula pada bayi Anda. Nyatanya, Anda bisa memperbanyak ASI Anda secara alami. Wah, kok bisa? Bagaimana caranya? Simak saja langsung cara memperbanyak ASI di bawah ini.

1. Sering menyusui. Ini kunci terpenting untuk meningkatkan produksi ASI. Produksi ASI akan lancar jika payudara sebagai gudang ASI terus-menerus dirangsang. Caranya, tingkatkan frekuensi bayi menyusui selama 72 jam pertama kelahirannya atau dengan memerah ASI. Semakin sering penyaluran ASI dengan isapan bayi, produksi ASI akan meningkat secara alamiah.

2. Semua yang ada di pohon pepaya bisa digunakan untuk memperbanyak ASI ibu. Semua yang ada di pohon papaya mulai dari buahnya, bunganya dan juga daunnya bisa digunakan untuk memperbanyak ASI. Dalam buah maupun bunga pepaya terdapat vitamin A, vitamin C, mineral seperti kalsium, asam folat dan juga enzim papain. Enzim yang ada di pepaya tersebut bermanfaat untuk membantu proses pencernaan protein. Saat ibu menyusui, ibu membutuhkan banyak protein dalam memproduksi ASI. Buah pepaya juga memiliki banyak cairan sehingga buah pepaya baik untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam memproduksi ASI.

3. Pijatan yang benar dan tepat akan membantu dalam memperbanyak ASI. Pemijatan dapat dilakukan dari bagian pangkal buah dada kemudian tekan dinding dada dengan menggunakan kedua jari. Selanjutnya anda dapat melakukan gerakan melingkar pada bagian payudara selama beberapa detik lanjutkan dengan memindahkan jari pada daerah berikutnya. Anda dapat mengarahkan pijatan dengan memutar atau radial menuju bagian puting. Kemudian kepalkan tangan untuk memberikan tekanan pada masing masing jari.

4. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, ASI dan menyusui harus menjadi satu-satunya sumber makanan. Dot, botol atau bahkan makanan padat harus dihindari sebisa mungkin karena akan cenderung mengurangi rasa lapar, yang membuat bayi cenderung malas untuk menyusu. Bahkan karena aliran dari botol dot lebih kencang dan lebih mudah keluar, maka bayi menjadi ogah ketika ditawarkan ASI langsung dari ibunya. Jika demikian, maka produksi ASI akan terus berkurang sampai akhirnya berhenti.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.